Bekerja dengan GNU Linux


Bekerja Pertama Kali dengan GNU/Linux

Kebanyakkan pengguna baru setelah menginstal Linux, mereka masih bingung, setelah ini kita harus melakukan apa? Di bawah ini penulis berikan petunjuk hal-hal yang perlu diketahui dan dilakukan.

  1. Prompt login
    Pertama kali yang akan anda temukan pada saat masuk ke Linux adalah prompt login. Prompt login ini berbeda untuk konfigurasi bootinggrafis dan mode baris perintah. Contoh mode baris perintah

    5leaps login:
  2. Login
    Login-lah sebagai pengguna jika anda sudah membuatnya pada saat instalasi. Jika belum login-lah sebagai root tetapi anda harus hati-hati. Yang harus anda lakukan saat ini hanyalah untuk menambah pengguna pada sistem anda. Jangan menggunakan account root untuk aktivitas sehari-hari karena root dapat melakukan apa saja pada sistem termasuk merusak sistem. Gunakan hanya untuk administrasi saja.
    Loginsebagai pengguna:[user]

    Loginsebagai root:

    pikachu login: root
    password:
    
    root@pikachu:~#
  3. Membuat pengguna
    Setelah anda login ke sistem, anda akan dihadapkan dengan prompt shell root@pikachu:~# atau yang mirip. Artinya anda login sebagai root. Untuk membuat/menambah pengguna, gunakan perintah useradd.

    root@pikachu:~# useradd stwn

    Untuk menghapus pengguna pada sistem gunakan perintah userdel.

    root@pikachu:~# userdel stwn
  4. Membuat password
    Setelah pengguna baru sudah ditambahkan lalu yang harus dilakukan adalah membuat password untuk pengguna tersebut. Gunakan perintah passwd.[passwd]
  5. Shell
    Prompt pada saat kita login ke sistem adalah prompt shell. Shell merupakan program yang berjalan sebagai antarmuka antara kita dengan sistem. Masukkan perintah pada prompt shell, maka shell akan menginterpretasikan dengan melakukan instruksi sesuai dengan perintah yang dimasukkan.
    Beberapa jenis shell:

    • Bourne shell (sh), shell dasar/basis dari Bourne again shell.
    • Bourne again shell (bash), shell default pada sebagian besar distro, pengembangan dari sh dan ksh.
    • C shell (csh), shell dengan sintaks bahasa C.
    • Korn Shell (ksh), shell ini bukan shell-nya Korn, nama grup band lho.
    • Tcsh, C shell dengan ditambah fitur seperti 'command line completion'.
    • Zsh dan pdksh, Keduanya berbasis pada Korn shell dengan perbaikan.
  6. Perintah dasar
    Perintah dasar perlu anda ketahui karena merupakan dasar dari operasi GNU/Linux. Praktekkan beberapa perintah yang anda kenal melalui buku dan artikel tentang perintah dasar Linux, tapi tentu saja sesuai dengan konteks operasi sehari-hari. Diharapkan anda dapat lebih berhati-hati dan teliti.
    Contoh perintah yang sering digunakan: ls, cp, cat, clear, mkdir, mv, rm/rmdir, bg.
  7. X Window
    Antarmuka grafis X Window walaupun seperti permen berwarna warni dan menarik butuh sedikit penyesuaian atau adaptasi bagi yang baru dengannya. Cobalah bermain-main dengan program-program, shortcut, dan operasinya sesuai dengan window manager atau desktop manager yang anda pilih.
  8. Halaman manual (man pages)
    Halaman manual adalah teman setia anda di segala kesempatan dalam GNU/Linux. Mintalah bantuan kepada halaman manual jika anda tersesat di Linux. Halaman manual berisi manual dari perintah-perintah yang ada dalam sistem anda yaitu nama program, deskripsi, parameter, dan informasi lain. Ketikan 'man [nama-program]' untuk menfapatkan informasi mengenai [nama-program]. [nama-program] bisa diganti dengan program yang anda inginkan info-nya misal rm.[man-rm]
  9. Kepemilikan dan Permisi berkas dan direktori
    Kepemilikan dan permisi dalam GNU/Linux menjadi suatu keharusan. Karena sebagai sistem operasi yang multiuser, GNU/Linux harus menjaga agar tiap pengguna yang ada tidak dapat saling mengganggu ketentraman pengguna yang lain serta kemudahan administrasi bagi sang penguasa root.

Instalasi Linux


Metode Instalasi

  • Harddisk
    Metode ini akan mencari sumber berkas dan paket instalasi dari harddisk anda. Anda harus sudah menyalin paket-paket instalasi dalam CD-ROM ke harddisk anda. Path yang diminta pada saat instalasi harus benar, karena perbedaan huruf kecil dan besar (case sensitive) dapat membuat paket-paket yang diminta tidak ditemukan atau tidak dikenal.
  • CDROM
    Metode ini yang sering digunakan oleh para pengguna Linux. Kita tinggal memasukkan CD-ROM ke drive. Set boot untuk CD-ROM pada BIOS. Booting lewat CD-ROM, dan kita langsung akan dibawa ke menu instalasi.
  • FTP
    Metode ini dilakukan melalui jaringan yang memiliki server FTP untuk mengambil sumber berkas dan paket instalasi.
  • NFS
    Metode ini menggunakan Network File System (NFS) yang merupakan jenis layanan yang mengijinkan komputer dalam jaringan me-mount partisi komputer lain sehingga sharing data lewat jaringan dapat dilakukan seperti harddisk lokal. Dibutuhkan server NFS yang menyediakan sumber berkas dan paket instalasi.
  • Samba
    Metode ini menggunakan jaringan yang memiliki server Samba untuk men-share komputer penyedia sumber berkas dan paket instalasi Linux.

Mode Instalasi

  • Mode teks
    Mode yang klasik dan powerful. Dengan mode ini kita bisa memiliki kesempatan untuk mengkonfigurasi sistem kita lebih tepat. Instalasinya sering menggunakan keyboard. Untuk pemula mungkin sedikit perlu penyesuaian pada mode ini. Salah satu distro yang hanya memiliki mode teks saja yaitu Slackware.
  • Mode grafis
    Mode ini sangat menarik karena disajikan dengan grafis. Menggunakan mouse dan tinggal klik pilihan, anda bisa mengikuti urutan instruksi dengan baik. Sangat bagus untuk pemula. Sebagian besar distro Linux menggunakan mode grafis sebagai standar instalasi untuk kemudahan bagi pengguna.

Sistem Berkas/Filesystem

  • ext2
    Sistem berkas standar Linux, cukup stabil. Kekurangannya adalah pada waktu recovery berkas setelah booting kembali karena listrik mati, tidak stabil atau mematikan komputer secara tidak benar. Ideal untuk berkas kecil pada drive kecil. Semakin banyak kapasitas harddisk semakin banyak waktu yang diperlukan untuk me-recover berkas pada ext2 apalagi ketika harddisk sudah terisi berkas yang banyak.
  • ext3
    Pengembangan dari ext2 yang ditambahkan fitur journaling. Lebih cepat dalam recovery berkas daripada ext2. Distribusi seperti RedHat memakai default sistem berkas ext3. ext3 masih dianggap sebagai ‘setengah’ sistem berkas berjurnal daripada JFS, XFS, dan reiserfs. Alasannya ext3 merupakan pengembangan dan masih terikat dengan ext2. Oleh karena itu terdapat pembatasan sistem ext2 yang membuat sistem tidak dapat memanfaatkan fitur jurnal sistem berkas secara murni. Partisi ext3 tidak mempunyai struktur berkas yang berbeda dari ext2 maka dari itu untuk kembali ke sistem lama mudah dan sederhana.
  • Reiserfs
    Sistem berkas yang dibuat oleh Hans Reiser. Mempunyai fitur journaling yang bagus. Recovery berkas lebih cepat. Bagus untuk penghematan penyimpanan terutama bagi pengguna yang mempunyai berkas-berkas kecil. Sistem berkas ini sudah dipakai luas lebih dari satu tahun, dan merupakan sistem berkas yang direkomendasikan pada instalasi S.u.S.E 7.1 dan versi di atasnya.
  • JFS, dikembangkan oleh IBM dan tersedia untuk Linux. Sistem berkas ini didesain dengan throughput yang tinggi.
  • XFS adalah sistem berkas berjurnal milik Silicon Graphics, Inc., tersedia juga untuk Linux. Mempunyai fitur yang ada pada sistem berkas berjurnal.

Alat Partisi

  • Fdisk
    Program/utilitas partisi berbasis teks yang powerful. Cocok untuk yang sudah ahli.[fdisk]
  • Disk druid
    Program/utilitas partisi berbasis antarmuka grafis pada modus instalasi grafis. RedHat menyertakan alat partisi ini dalam program instalasinya sejak versi 5.

Partisi

  • Partisi swap
    Partisi swap adalah virtual memori utk menyimpan berkas sementara. Pembuatan partisi swap sebenarnya adalah untuk mem-backup memori fisik. Besar partisi swap adalah dua kali dari memori fisik sampai dengan 128 MB. Untuk pengguna yang mempunyai memori besar misal 256 MB, 512 MB atau 1 GB maka pembuatan partisi swap sifatnya tidak harus. Tapi untuk antisipasi terhadap aplikasi yang memang menggunakan memori virtual, kita siapkan saja partisi swap.
  • / (root)
    Partisi utama dari sistem operasi GNU/Linux. Partisi ini wajib ada pada setiap instalasi GNU/Linux.
  • /boot
    Partisi boot adalah partisi yang berisi system map, kernel linux dan image yang diperlukan untuk mem-boot Linux. Partisi ini dianjurkan untuk dibuat, besarnya cukup 10-25 MB saja.
  • Partisi lain
    Partisi lain seperti /home, /usr, /var, /opt, /tmp diperlukan untuk memisahkan partisi root, keperluan backup, kontrol partisi, mencadangkan ruang disk serta faktor keamanan.

Contoh alokasi partisi komputer penulis di rumah (desktop):

/boot	20 MB
/home	1,5 GB
/usr	1,5 GB
swap	128 MB
/var	100 MB
/	250 MB

Keuntungan-keuntungan membagi harddisk/mempartisi pada sistem GNU/Linux Anda:

  1. Proses booting lebih cepat.
  2. Kemudahan backup dan upgrade.
  3. Kemampuan pengontrolan akses pada partisi.
  4. Kemampuan pengontrolan quota harddisk untuk user dan group.
  5. Pembatasan berkas maksimum.
  6. Perlindungan terhadap program SUID.

Memilih Paket yang Ingin Diinstal

Pilihan paket pada umumnya masuk dalam beberapa kategori:

  • Server (DNS, Web, DNS, News, dsb)
  • Pengembangan/Development
  • Multimedia
  • X Window
  • Permainan/Games
  • Grafis
  • Publishing
  • Jaringan
  • Internet
  • Utilitas
  • Dokumentasi

Instal paket-paket program yang anda perlukan saja untuk efisiensi, efektifitas harddisk serta kinerja sistem dan keamanan tanpa mengabaikan tujuan utama instalasi.
Untuk faktor keamanan pilih layanan jaringan yang anda perlukan saja pada saat instalasi jika anda terhubung dengan jaringan atau Internet.
Untuk pemula akan sedikit membingungkan dalam hal memilih paket-paket yang harus diinstal, karena banyak program yang mungkin belum dikenal dengan baik dan akan muncul pertanyaan misal bashitu untuk apa?, dsb. Setiap distro menyertakan informasi paket secara singkat pada instalasinya, dengan menyimak informasi tersebut kita akan tahu fungsi dan dapat memutuskan paket-paket yang akan diinstal dan tidak.

Linux Loader (LILO)

LILO adalah salah satu dari boot loader untuk Linux. Boot loader adalah program kecil yang mengatur proses boot. Anda dapat menginstal LILO pada Master Boot Record (MBR) atau sektor pertama boot partisi. Instal pada MBR jika anda ingin sistem langsung memuat LILO ketika pertama kali dijalankan. Instalasi LILO pada boot partisi diperlukan jika sebelumnya anda sudah mempunyai boot loader lain yang terinstal.
Jika anda memiliki sistem operasi lain dalam harddisk yang sama maka konfigurasikan LILO agar dapat mengatur proses boot-nya.

Konfigurasi Sistem

  • Jaringan
    Masukan informasi jaringan anda yaitu: alamat IP, subnet mask, alamat IP gateway, alamat IP server DNS. Mungkin anda perlu konfirmasi dengan administrator jaringan anda.
  • Waktu
    Konfigurasi waktu sesuai dengan lokasi tempat anda berada.
  • Password root
    Pilihlah password yang tidak mudah ditebak dan aman untuk root, terutama jika komputer anda dalam suatu jaringan dan menyediakan akses ke komputer lain. Isikan password dua kali, ini untuk memastikan bahwa password yang anda ketikkan sudah benar. Disinipun anda bisa menambah beberapa pengguna yang akan menggunakan sistem anda.
  • Authentication
    Anda dapat menggunakan shadow dan MD5 sekaligus untuk mengkodekan data password anda. Untuk pilihan NIS (Network Information Service) digunakan jika anda terhubung ke jaringan yang mempunyai server NIS. Fungsi NIS untuk menyederhanakan administrasi jaringan contoh: administrasi berkas /etc/passwd dan /etc/group dalam server jaringan.
  • X Window.
    Konfigurasi X Window meliputi tipe kartu grafis anda, memori kartu grafis, kedalaman warna dan resolusi yang akan digunakan. Pilih tipe atau chipset kartu grafis yang sesuai. Jangan memilih kartu grafis yang 'kelihatan' sama, seperti GemStone Snail 64 berbeda dengan GemStone Snail 64+.
    Pada slackware, konfigurasi X Window dilakukan setelah instalasi ketika kita sudah login ke sistem yang terinstal. Konfigurasi ini dilakukan secara manual dengan program konfigurasi X yaitu XFree86 untuk slackware 8.0 dan 8.1. XFree86Config untuk versi 7.1.

Disket Boot

Setelah instalasi biasanya kita akan dihadapkan pada pilihan membuat disket boot dan kebanyakkan dari pengguna Linux mengabaikan pilihan ini. Padahal disket boot ini perlu jika anda tidak dapat mem-boot komputer Linux anda misal karena LILO terhapus.